Breaking News
Loading...
Jumat, 20 Oktober 2017

Filsafat Ilmu Dasar Pengetahuan

     Pengetahuan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengetahuan yang dikembangkan  merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Berbedanya cara dalam mendapatkan pengetahuan tersebut serta tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan tersebut membedakan antara jenis pengetahuan yang satu dengan yang lainnya. Pengetahuan itu dikembangkan oleh manusia didasari oleh faktor bahwa manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Faktor  kedua adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan melalui suatu cara yang tepat dan benar. Berkembangnya ilmu pengetahuan selain membawa begitu besar manfaat bagi manusia, tentunya juga pasti membawa dampak negatif.  Oleh karena itu penting adanya bahwa setiap ilmu harus memiliki nilai dan etika. Ilmu harus mampu dibuktikan secara ontologi, epistemologi, serta aksiologi. Ketika tolak ukur tersebut merupakan dasar yang sangat penting bagi pengetahuan, maka filsafat ilmu yang harus menjadi dasar bagi setiap ilmu yang dikembangkan. 
          Filsafat ilmu adalah wahana berpikir yang kritis. Filsafat ilmu juga merupakan falsafah ilmu pengetahuan. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia dan philoshophos. Philos berarti cinta dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah.  Dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu adalah bidang yang mencintai kebijaksanaan dan kebenaran. Struktur pengetahuan manusia menunjukkan tingkatan-tingkatan dalam hal menangkap kebenaran. Setiap tingkat pengetahuan dalam struktur tersebut menunjukkan tingkat kebenaran yang berbeda. Pengetahuan inderawi merupakan struktur terendah dalam struktur tersebut. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi adalah pengetahuan rasional dan intuitif. Tingkat yang lebih rendah menangkap kebenaran secara tidak lengkap, tidak terstruktur, dan pada umumnya kabur, khususnya pada pengetahuan inderawi dan naluri. Oleh sebab itu pengetahuan ini harus dilengkapi dengan pengetahuan yang lebih tinggi. Pada tingkat pengetahuan rasio, manusia melakukan penataan pengetahuannya agar terstruktur dengan jelas. Kebenaran substantif dalam visi rasionalisme diperoleh lewat kekuatan argumentasi rasio manusia. Landasan pikiran manusia yang mendasari lahirnya paham rasionalisme, pengertian dan sejarah paham rasionalisme, serta konsep pemikiran rasionalisme dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer