Breaking News
Loading...
Senin, 28 Januari 2013

UTS Pertama

UTS PJJ/// UTS Pertama di Seamolec
29 januari 2013

  1. Seamolec dan universitas terbuka merupakan instansi pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan jarak jauh. Hanya saja antara kedua lembaga tersebut memiliki beberapa perbedaan, diantaranya yaitu.
  1. Dari segi ruang lingkup pendidikannya dapat dibedakan antara seamolec dan UT yaitu, Seamolec adalah lembaga pendidikan jarak jauh yang berada dibawah naungan Seameo yang bertugas untuk memberikan jasa pelayanan pendidikan kepada mahasiswa dalam ruang lingkup ASEAN. Sedangkan Universitas terbuka adalah lembaga pendidikan jarak jauh yang memberikan jas pelayanan pendidikan kepada seluruh mahasiswa dengan sistem pendidikan jarak jauh. Dalam pelaksanaan kuliah, Universitas Terbuka menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk melaksanakan pendidikan jarak jauh.
  2. Dari segi tata pelaksanaan terdapat perbedaan antara seamolec dan UT yaitu, Seamolec merupakan lembaga pendidikan yang tidak mengeluarkan ijzah terkait dengan pendidikan yang dilaksanakan. Melainkan Seamolec merupakan lembaga pendidikan yang menangani pelatihan/trainning kepada mahasiswa ataupun pengajar terkait dengan pendidikan jarak jauh yang akan dilaksanakan di universitas masing-masing yang sudah bekerja sama dengan seamolec. Universitas terbuka ,erupakan universitas negeri sama halnya dengan universitas negeri di Indonesia pada umumnya, hanya saja terdapat perbedaan pada tata pelaksanaan pendidikan. Sesuai dengan namanya, UT memberika pendidikan dengan sistem pendidikan jarak jauh yang terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan jenjang dan bidang ilmu masing-masing. Sistem pendidikan jarak jauh memungkinkan mahasiswa dapat mengikuti kuliah tanpa harus datang langsung kekampus UT, melainkan melalui sistem pembelajaran on-line. Tetapi selain menerapkan sistem pembelajaran online UT juga bekerja sama dengan universitas didaerah terkait dengan pemberian kuliah tatap muka, baik itu ujian, maupun keperluan lainnya yang mengharuskan mahasiswa harus bertemu dengan dosen pengampu.
  1. Perbedaan antara kelas biasa dengan kelas pjj jarak jauh yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan belajar mengajar.
    1. Sisi Siswa
Pada kelas tatap muka biasa, meteri disampaikan dengan cara tradisional yang belum memanfaatkan teknologi seperti saat ini. Siswa hanya bisa mendengarkan penyampaian meteri melaui persentasi pengajar yang dibantu oleh OHP, dan penjelasan pada papan tulis. Siswa pun masih belum menggunakan teknologi dalam menangkap atau mencatat materi yang diajarkan. Hal ini berdampak kepada kebosanan dari siswa itu sendiri, dampak dari kebosananan tersebut dalah kurangnya penyerapan materi yang disampaikan oleh pengajar. Namun disisi lain, jika siswa memahami secara lebih seksama atau konsentrasi dan tidak bosan, jika dipandang dari penyerapan materi maka hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan tekologi, karena sisa disini tidak dilatih untuk menjadi manja. Secara tidak langsung mereka pasti mencatat materi yang diajarkan oleh pengajar. Tentunya dengan mencatat, materi yang disampaikan akan lebih meresap. Namun itu hanya untuk mahasiswa yang tidak mengalami kebosanan.
Sedangkan pada kelas pjj jarak jauh dengan pemanfaatan TIK, suasana belajar akan menjadi lebih inovatif dan kreatif yang didukung oleh audio visual dalam penyampaian materi. Hal ini tentunya akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, dan siswa tidak akan mengalami kebosanan. Perkuliahan pun bisa dilakukan diluar kelas, baik itu dirumah mapun dikampus dengan menfaatkan tekonologi internet. Selain itu materi dapat direkam dan sewaktu-waktu dapat diputar dirumah. Dalam proses bertanyapun berbeda antara perkuliahan kelas biasa dengan kelas pjj TIK. Dalam kelas PJJ TIK ini, siswa ataupun mahasiswa tidak bertanya langsung kepada dosen melainkan pada asisten dosen melaui media chatting. Pertanyaan yang disampaikan siswa tidak langsung didengarkan oleh siswa lainnya, melainkan hanya bisa diketahui jika siswa lain berminat untuk bertanya. Ini akan berdampak pada proses penyampaian materi, dimana jika setiap siswa bertanya satu-satu maka siswa yang bertanya tersebut cenderung akan ketinggalan metri yang diajarkan oleh pengajar, kerena siswa tersebut sibuk chatting atau bertanya kepada asisten dosen. Jika semua siswa seperti itu, lalu sejauh mana manfaat dosen yang menyampaikan meteri didepan kelas. Dampak yang paling buruk jika sisaw bosan adalah, siswa mulai menamfaatkan teknologi internet untuk mencari hiburan saat pelajaran atau perkuliahan berlangsung, misalnya facebookan, atau mencari situs-situs yang tidak berkaitan dengan pembelajaran saat itu.
    1. Sisi Pengajar
Pada kelas biasa pengajar dalam penyampainan materi masih secara manual hanya dibantu oleh OHP. Tentunya hal tersebut akan sedikit susah jika dibandingkan dengan memanfaatkan TIK yang ada. Pengajar juga cepat bosan dan capek karena harus menjelaskan secara manual atau “ngoceh sendiri didepan dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Pada kelas PJJ TIK, dalam penyampaian materi pengajar telah menfaatkan TIK yang ada. Proses belajar mengajar pun akan lebih menarik, dan dosen juga akan lebih santai karena ada TIK yang membantu, apalagi ada asistenya yang membantu menanggapi pertanyaan siswa. Dampak lain yang munkin dialami pengajar adalah, mereka tidak dihiraukan oleh siswa, jika siswa memanfaatkan teknologi untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan proses belajar-mengajar saat itu.
  1. Faktor yang menyebabkan banyaknya peserta didik yang tidak lulus dalam PJJ berbasi TIK seperti MOOC yaitu,
    1. Kesiapan mental peserta didik.
Kesiapan mental peserta didik sangat berpengaruh kepada keberhasilan peserta didik dalam mengikuti MOOC. Peralihan dari proses belajar model lama ke MOOC perlu waktu yang lama. Jika peserta didik masih mengikuti atau terpengaruh oleh proses belajar mengajar model lama, maka mereka akan kesulitan untuk mengikuti MOOC.
    1. Kesiapan teknologi yang mendukung.
Teknologi sangat berperan dalam penyampaian materi dalam MOOC, setiap peserta didik wajib memiliki laptop/pc dan koneksi internet dan alangkah lebih bagus jika memiliki gadget yang bisa mendukung pengiriman email atau fasilitas internet lainnya. jika peserta didik tidak memiliki beberapa benda tersebut, maka jelas mereka tidak akan bisa mengikuti pembelajaran MOOC dengan baik.
    1. Tugas yang terlalu banyak.
Proses MOOC terkadang memberikan tugas yang banyak kepada siswa, karena masing-masing dosen memberikan tugas yang berbeda-beda dengan jumlah yng lumayan juga. Mungkin hal tersebut diakibatkan oleh masing-masnging dosen tidak berkoordinasi dalampemberian tugas. Dampaknya adalah siswa tidak bagus dalam pembuatan tugas, dan materi juga tidak terserap dengan baik, karena waktu masing-masing materi sangat sedikit.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer